6 Metode Budidaya Keong Emas di Kolam Terpal
Keong emas sepanjang ini dikira selaku hama pertanian. Hewan herbivora ini jadi musuh petani sebab memakan bibit padi yang masih muda. Meski begitu, keong mas dijadikan pakan bebek sebab memiliki protein, omega 3, omega 6, serta omega 9 yang baik buat perkembangan ternak. Tidak hanya itu, keong emas pula sering disantap serta diolah jadi sate keong.
Keong emas jadi produk ekspor yang diminati negeri Jepang serta Eropa. Permintaan pasar yang besar serta kemudahan mencari keong emas, membuat budidaya satu ini pantas dijadikan kesempatan bisnis. Meski habitat alaminya di sawah, kolam terpal bisa kalian manfaatkan selaku alternatif.
Berikut ini metode budidaya keong emas :
1. Siapkan Kolam Terpal.
Selaku langkah pertama budidaya keong mas, kalian butuh mempersiapkan kolam terpal terlebih dahulu. Memilih posisi kolam yang dekat dengan sumber air serta menemukan sinar matahari penuh. Dimensi kolam budidaya keong emas idealnya berdimensi 5 x 5 m dengan menggunakan terpal ORCHID dengan 4 penyangga di sudut kolam serta pemberat di bagian bawah kolam. Jangan tempatkan kolam keong emas dekat posisi rawan banjir serta hindarkan dari perumahan sebab hendak memunculkan bau yang kurang enak jika memelihara keong emas di perumahan.
untuk medapatkan info lebih lanjut mengenai Kolam Terpal ORCHID silakan KLIK DISINI
2. Pengisian Air Kolam.
Sehabis mempersiapkan kolam terpal, kalian bisa mengisinya dengan air sampai terisi ¾ bagian kolam ataupun lebihkan 5- 10 centimeter. Hendaknya, kalian pula meletakkan tumbuhan air di kolam terpal semacam eceng gondok serta teratai. Keong emas berkembiang dengan metode bertelur, buat itu kalian butuh mempersiapkan tempat telur keong mas memakai ranting tumbuhan kering. Sehabis pengisian air, tunggulah satu pekan sampai air kolam bercorak hijau.
3. Penaburan Benih Keong Emas.
Benih keong emas sangat gampang didapatkan, hanya mencarinya di zona persawahan. Tidak hanya itu, kalian tidak butuh repot mencari indukan jantan serta betina sebab keong emas bisa bertelur tanpa proses pernikahan. Sehabis benih keong emas disiapkan, saatnya melaksanakan penaburan dengan metode memasukkan benih keong mas pada wadah baskom serta diamkan sepanjang satu malam. Sehabis satu malam, masukkan benih keong emas ke dalam bawah kolam terpal satu persatu. Jangan kurang ingat buat meletakkan jaring di atas kolam terpal buat menghindari keong emas berjalan keluar dari kolam terpal.
4. Pemeliharaan Benih.
Sehabis penaburan benih keong emas, kalian senantiasa butuh mengawasi kolam terpal. Bila terdapat benih yang mati, lekas keluarkan dari kolam. Keong emas hendak bertelur dalam kolam terpal sehabis berumur 6 sampai 7 hari semenjak penaburan benih. Dikala keong emas bertelur, hendak nampak butiran merah di permukaan maupun melekat pada ranting kayu. Tidak hanya itu, jagalah kebersihan kolam supaya senantiasa steril sepanjang proses bertelur serta awasi perkembangannya. Apabila butuh, tambahkan lagi ranting kayu selaku penyangga telur.
5. Pemberian Pakan.
Keong emas bisa diberi santapan berbentuk dedaunan lunak semacam selada, sawi, serta eceng gondok. Bagikan pakan keong emas dengan frekuensi 3 hingga 4 kali satu hari secara teratur. Buat keong emas yang baru menetas, umumnya hendak memakan alga lumut ataupun bahan organik yang dihaluskan.
Seperti itu metode budidaya keong emas dalam kolam terpal yang menjanjikan serta bisa dijadikan alternatif pakan bebek. Sehabis keong emas berumur 1 bulan, kalian telah dapat memanennya dari kolam.
6. Kolam Terpal dapat dijadikan untuk alternatif pengembangan budidaya 2 spesies.
Kolam terpal bisa dijadikan untuk alternatif mengembangkan variant 2 species misalnya jika kita ingin budidaya ikan lele, maka bisa juga di tambahkan keong emas sebagai tambahan budidaya di dalam 1 kolam terpal, walaupun nantinya keong emas bisa dijadikan alternatif untuk pakan lele, akan tetapi sebelum dijadikan pakan lele maka perlu diproses terlebih dahulu sebelum dijadikan pakan lele. yang perlu diperhatikan adalah kebersihan kolam terpal tersebut, karena jika di biarkan saja maka akan tumbuh bibit penyakit yang dapat mengurangi populasi 2 spesies tersebut, kuras lah kolam tersebut minimal 3 minggu sekali agar ke higienis an kolam terpal tersebut terjaga sehingga kita juga bisa menghemat tempat, waktu dan tenaga jika kita mencoba untuk mengmebangkan budidaya 2 spesies dalam 1 Kolam Terpal.



Comments
Post a Comment